Senin, 21 Maret 2016

Fatahillah dan Sunan Gunung Jati. 'Berbeda' atau 'Sama'?


            Dalam buku-buku sejarah atau artikel sejarah, kita sering menemukan adanya perbedaan pendapat tentang siapa sebenarnya Fatahillah dan Syarif Hidayatullah atau yang biasa dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati. Samakah kedua sosok tersebut? Atau berbeda? Nah, kali ini saya akan membahas tentang kedua pendapat tersebut.

            Pendapat pertama yang sering muncul adalah bahwa Fatahillah dan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) adalah orang yang sama. Dia adalah  merupakan Panglima Pasukan Cirebon yang bersekutu dengan Demak dan berhasil menjadi penguasa Sunda Kelapa, dari kekuasaan Portugis pada tanggal 22 Juni tahun 1527. Sunda Kelapa kemudian oleh Fatahillah pada tanggal 22 Juni 1527 diganti nama menjadi Jayakarta, Fatahillah anti terhadap penjajahan bangsa Portugis, karena mereka dengan bantuan syahbandarnya menaklukkan kota kelahirannya, yaitu Pasai di Aceh (Sumatera) pada tahun 1521. Ia meninggal pada tahun 1570 dan dimakamkan di Cirebon.

            Namun sayangnya, pendapat pertama tersebut kurang ada bukti yang mendukung kebenarannya. Maka dari itu masih sering timbul pertanyaan tentang siapakah sebenarnya Fatahillah itu.

            Pendapat lainnya mengatakan bahwa Fatahillah dan Sunan Gunung Jati adalah kedua sosok yang berbeda. Syarif Hidayatullah adalah putra Nyi Rara Santang, puteri Prabu Siliwangi yang menikah dengan Maulana Ishaq Syarif Abdillah, penguasa kota Isma'illiyah Saudi Arabia. Sedangkan Fatahillah yang juga biasa disebut Faletehan adalah seorang ulama dari Pasai Aceh yang hijrah ke Demak. Ia kemudian diangkat Raden Patah sebagai panglima pasukan Demak yang berangkat ke Sunda Kelapa bersama pasukan Cirebon menghadapi Portugis untuk mempertahankan pelabuhan Sunda Kelapa.

Pada pendapat kedua ini dikatakan juga bahwa Fatahillah merupakan menantu dari Sunan Gunung Jati. Fatahillah menikah dengan putri Sunan Gunung Jati yang bernama Ratu Ayu.

Pendapat yang mengatakan kedua sosok tersebut berbeda merupakan pendapat yang lebih kuat karena terdapat beberapa bukti yang mendukung kebenarannya. Salah satunya adalah tentang makam Fatahillah dan Sunan Gunung Jati.  Di samping makam Sunan Gunung Jati terdapat makam yang bertuliskan Tubagus Pasai Fathullah, Fatahillah, atau Faletehan (menurut lidah orang Portugis). Makam ini diduga merupakan makam dari Fatahillah. 

Nah, jadi, dari salah satu bukti tersebut jelas jika Fatahillah dan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati bukan sosok yang sama.

Referensi:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar