Kamis, 28 Juli 2016

Pasukan Kamikaze

Setelah sekian lama tenggelam dari kesibukan posting blog, kini saya kembali bangkit dengan postingan pertama saya di semester yang baru ini. Kali ini saya akan membahas tentang apa itu kamikaze. Pasti banyak yang bertanya-tanya, “Kamikaze? Makanan apaan tuh? Atau itu sejenis alien?” *oke ini jayus, abaikan!*.



Langsung saja, jadi begini. Kamikaze merupakan bahasa Jepang yang berarti angin dewa. Istilah ini konon katanya berasal dari nama angin topan yang telah menyelamatkan Jepang dari invasi (aksi militer dengan tujuan mengambil alih kekuasaan suatu negara) Mongol pada tahun 1281. Kamikaze ini sendiri diartikan sebagai taktik perang yang dilakukan oleh jepang berupa serangan bunuh diri yang dilakukan oleh awak pesawat Jepang terhadap kapal-kapal laut sekutu. Istilah kamikaze ini populer pada masa-masa akhir kampanye Perang Dunia II sekitar tahun 1944. Contoh serangan kamikaze adalah serangan teroris ke gedung WTC di New York, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001.

            Pada masa Perang Dunia II, pasukan Angkatan Laut Jepang posisinya sangat terdesak bahkan jumlahnya hampir habis, sedangkan pasukan Angkatan Daratnya kewalahan dalam usaha menerobos armada tempur Amerika Serikat. Kondisi inilah yang melatarbelakangi tercetusnya ide pembentukan pasukan khusus untuk melancarkan aksi Jepang tersebut. Ide ini pertama kali dicetuskan oleh Vice Admiral Kimpei Teraoka yang merupakan kepala staf komandan Angkatan Laut di Filipina. Beliau berpikir jika taktik biasa seperti yang dilakukan sebelumnya tetap dipertahankan, maka dapat dipastikan itu tidak akan berhasil melumpuhkan armada tempur Amerika Serikat.  Ide ini kemudian direalisasikan oleh Vice Admiral Takejiro Onishi (pengganti Teraoka) pada Oktober 1944. Atas keberhasilannya dalam merealisasikan ide tersebut, beliau dikenal sebagai Bapak Kamikaze.

            Para pilot pesawat Kamikaze ini dilatih dengan sangat keras dan berat. Persiapan sebelum melakukan serangan besar-besaran ini dilakukan selama 6 bulan. Bahkan dari mereka ada yang sampai dipukul tongkat bambu atau pemukul baseball hingga mendapat hajaran dari instruktur.

            Serangan pasukan Kamikaze ini berlangsung selama kurang lebih 10 bulan, dimulai pada bulan Oktober 1944 dan berakhir pada 15 Agustus 1945. Puncak serangan pasukan ini terjadi pada 6 April 1945 di kepulauan Okinawa. Puncak serangan ini difokuskan untuk menghancurkan kapal-kapal perusak (destroyer) milik pasukan Amerika Serikat. Selama puncak serangan ini sedikitnya ada 21 kapal Amerika Serikat yang berhasil ditenggelamkan oleh pasukan Kamikaze.

Pada akhir rangkaian serangan pasukan Kamikaze, tercatatnya ada 4500 pilot (terdiri dari 2500 pilot Angkatan Laut dan 2000 pilot Angkatan Darat) yang telah berhasil menabrakkan diri hingga mati demi menggempur pasukan Amerika Serikat. Namun hingga kini, berapa jumlah kapal perang yang berhasil dihancurkan pasukan kamikaze masih menjadi perdebatan sejumlah pihak. Menurut catatan Angkatan Udara Amerika Serikat, Jepang setidaknya telah melancarkan 2.800 serangan Kamikaze dan menenggelamkan 34 kapal perang.

Taktik perang ini sebenarnya dianggap sangat efektif untuk menggempur lawan, namun pada realitanya, serangan yang diperankan oleh pilot-pilot Kamikaze ini justru malah terkesan berlebihan karena dilakukan sampai sepuluh bulan. Seperti yang pernah disampaikan Pemimpin Redaksi Harian Yomiuri Shimbun, Tsuneo Watanabe, menganggap bahwa cerita tentang pilot-pilot muda yang mau menjalankan taktik Kamikaze dengan gagah berani dan bahagia itu sebagai bohong belaka. Di samping semua tanggapan-tanggapan yang beredar dapat disimpulkan bahwa memang setiap taktik perang pasti ada segi negatifnya, selebihnya tergantung kita saja bagaimana menyikapi sejarah yang tak bisa diulang kembali.

Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar