Senin, 07 November 2016

Reformasi Indonesia

               Masa Reformasi Indonesia. Mengapa Indonesia memilih menggunakan istilah “Reformasi” dalam sejarah perkembangannya? Nah, Sebelum membahas tentang reformasi itu sendiri, dalam sejarah kita mengenal tiga istilah yang terkadang dianggap hampir sama namun sejatinya berbeda, yaitu Restorasi, Revolusi, dan Reformasi. Restorasi adalah mengembalikan atau memulihkan ke keadaan semula, artinya semua kebijakan akan dikembalikan ke kebijakan awal yang sebelumnya digunakan, seperti pada kasus Restorasi Meiji. Revolusi adalah perubahan seluruh kebijakan yang ada menjadi kebijakan baru yang telah disepakati. Reformasi adalah perubahan yang mengarah pada tujuan perbaikan kebijakan yang sudah ada, jadi tidak ada perubahan kebijakan dasar. Dari ketiga pengertian tersebut sudah jelas bukan mengapa Indonesia memilih “Reformasi”, bukan “Revolusi” atau “Restorasi”, karena memang pada masa Reformasi tidak ada kebijakan dasar yang berubah, semuanya hanya perbaikan dari kebijakan sebelumnya.


            Era reformasi berawal dari turunnya Soeharto. Pada saat itu terjadi demonstrasi besar-besaran oleh gabungan mahasiswa Indonesia dengan tujuan menggulingkan kekuasaan Soeharto. Kondisi Indonesia kala itu didominasi oleh melemahnya sistem ekonomi. Ditambah lagi ketidakpuasan rakyat terhadap 32 tahun pemerintahan Soeharto yang sangat mengekang kebebasan  rakyat untuk menyuarakan pendapatnya membuat rakyat bersikeras menggulingkan kekuasaan Soeharto.  

Pada demonstrasi 1998, mahasiswa melontarkan 6 tuntutan reformasi, sebagai berikut:
Ø Adili Soeharto dan kroni-kroninya;
Ø Laksanakan amandemen UUD 1945;
Ø Hapuskan Dwi Fungsi ABRI;
Ø Pelaksanaan otonomi daerah yang seluas-luasnya;
Ø Tegakkan supremasi hukum;
Ø Ciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN.

Persepsi saya tentang Reformasi Indonesia!

            Menurut saya, era reformasi ini merupakan titik dimulainya pelaksanaan demokrasi secara “riil”. Sudah menjadi rahasia publik bahwa di zaman orde baru rakyat tidak bisa dengan leluasa mengungkapkan pendapatnya. Beruntungnya, di masa reformasi semuanya berubah menjadi jauh lebih baik. Rakyat bisa menyuarakan pendapatnya dengan bebas (namun tetap bertanggung jawab) sehingga kebijakan yang diambil pemerintah sedikit banyak dapat memuaskan keinginan rakyat.

            Reformasi Indonesia ini memiliki banyak sisi positif dalam perkembangan tatanan kehidupan Indonesia. Mau tau apa saja sisi positif tersebut? Nantikan di postingan selanjutnya yaaa!

Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar